Tips Kesehatan Reproduksi Wanita Khususnya Keputihan

Tips Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita Khususnya Keputihan – Dalam menjalani dan menjaga kesehatan reproduksi wanita atau menjaga kesehatan rahim ini tentunya dapat dilakukan dengan cara mudah. Pola hidup dan prilaku yang tidak sehat menjadi salah satu sumber utama terhadap munculnya gangguan terhadap kesehatan rahim atau kesahatan reproduksi. Dimana pada saat ini dengan tingkat kesibukan yang tinggi terkadang anda kurang mengawasi dan kurang begitu memperhatikan akan pola hidup yang anda jalani.

Kesehatan Wanita

Kesehatan Wanita

Dan berikut adalah Tips Menjaga Kesehatan Reproduksi  Wanita Khususnya Keputihan, yang pertama kita awali dengan pembahasan masalah keputihan wanita :

Keputihan
Kami akan memberi informasi cara mengatasi keputihan yang sering dialami oleh kaum wanita. Bagaimana cara mengatasi dan mengobati keputihan serta beberapa produk herbal alami yang dipercaya mengatasi keputihan, silahkan baca artikel kami dengan judul Obat Keputihan Alami dibawah ini.

Penyakit kandidiasis vaginal yang terjadi pada daerah kewanitaan jangan dianggap remeh ketahui penyebabnya. Ada dua jenis keputihan yaitu keputihan fisiologis dan keputihan patologis.

Keputihan Fisiologis
Keadaan normal, organ vagina memproduksi cairan yang berwarna bening, tidak berbau, tidak berwarna dan jumlah tidak berlebihan. Cairan ini berfungsi sebagai sistem perlindungan alami, mengurangi gesekan di dinding vagina saat berjalan dan saat melakukan hubungan seksual. Jenis keputihan ini biasanya sering terjadi sebelum menstruasi, sesudah menstruasi dan saat masa subur. Biasanya saat kondisi-kondisi tersebut sering terdapat lendir yang berlebih, itu adalah hal normal, dan biasanya tidak menyebabkan rasa gatal serta tidak berbau. Keputihan fisiologis pada wanita hamil tidak berpengaruh terhadap janin secara langsung, karena adanya selaput ketuban yang dapat melindungi janin.Keputihan normal atau disebut Keputihan fisiologis memiliki ciri-ciri :
1. Cairan yang keluar tidak berbau
2. Tidak menyebabkan gatal
3. Cairan keputihannya encer
4. Cairan yang keluar berwarna krem atau bening
5. Jumlah cairan yang keluar tidak terlalu banyak

Keputihan Patologis
Keputihan patologis dapat menyebabkan berbagai efek sangat mengganggu bagi kesehatan wanita pada umumnya dan khususnya kesehatan daerah kewanitaan. Keputihan tidak normal atau patologis saat hamil juga dapat mempengaruhi kesehatan janin. Berikut ini adalah ciri-ciri keputihan patologis :
1. Keputihan patologis menyebabkan rasa gatal
2. Cairannya bersifat kental
3. Cairan yang keluar memiliki warna putih seperti susu, atau berwarna kuning atau juga hijau
4. Cairan yang keluar memiliki bau yang tidak sedap
5. Biasanya menyisakan bercak-bercak yang telihat pada celana dalam wanita
6. Jumlah cairan yang keluar sangat banyak.

Keputihan pada wanita ternyata dapat mengakibatkan kemandulan dan kanker. Hampir setiap wanita pernah mengalaminya. Data penelitian tentang kesehatan reproduksi wanita menunjukkan 75% wanita di dunia pasti menderita keputihan paling tidak sekali seumur hidup dan 45% diantaranya bisa mengalaminya sebanyak dua kali atau lebih.

Tips Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita :

Pemakaian pembersih vagina berlebihan, pemakaian pantyliners, jamur, virus, bakteri dapat menyebabkan keputihan. Lokasi vagina berada didekat dubur dan merupakan organ yang terbuka, hal inilah yang menyebabkan vagina sangat rawan terhadap penyakit, tumbuhnya jamur apabila tidak terjaga kebersihannya. Selain itu vagina merupakan alat kopulasi (hubungan kelamin) dengan pria. Untuk itulah vagina perlu mendapatkan perawatan khusus agar terhindar dari keputihan patologis dan masalah lainya.

Menjaga kesehatan Alat Reproduksi Wanita sangat penting. Dan bagaimana cara tepat dan mudah menjaga Kesehatan tersebut, bisa anda perhatikan dalam penjelasan berikut

    • Bersihkan bagian luar vagina setelah buang air kecil atau air besar, dengan menggunakan air bersih. Dengan arah dari depan ke belakang.
    • Saat memasuki masa siklus menstruasi, sering-seringlah mengganti pembalut terutama pada awal haid yang biasanya banyak mengeluarkan darah.
    • Hindari (douching), yaitu memasukkan jari atau ejakulasi ke dalam vagina, meskipun itu bertujuan membersihkan bagian dalam vagina. Aktifitas yang anda lakukan ini akan menghilangkan bakteri loctobacili dan juga memicu iritasi kulit.
    • Jangan menggunakan sabun atau menyapu shower gel pada vagina karena akan memicu kondisi kering, iritasi kulit dan akan menjadi gatal. Bahkan beberapa wanita sensitif dan alergi terhadap kandungan pewangi serta busa yang ada pada sabun.
    • Lakukan pembersihan dengan menggunakan air pada alat kelamin baik itu suami ataupun istri ketika akan dan setelah melakukan hubungan badan. Sebaiknya anda juga membuang air kecil lebih kurang setengah jam setelah berhubungan badan, hal ini akan mengurangi risiko infeksi kandung kemih.
    • Ganti celana dalam minimal 2 kali sehari, dan apabila anda mengalami keputihan, sebaiknya gunakan panty liner. Saat tidur sebaiknya tidak menggunakan celana dalam, agar sirkulasi udara dan darah lebih lancar.
    • Kondisi bengkak nanah juga dikaitkan dengan infeksi dan pasien mengeluh sakit dan demam. Pengobatan pada gangguan kesehatan reproduksi ini secara incisional dan drainage bertujuan untuk mengeluarkan nanah dan konsumsi antibiotik. Gejala ini juga bisa terjadi pada wanita yang terlalu sering membersihkan bulu kemaluan. Sehingga kebersihan alat potong tersebut juga harus diutamakan.
    • Keputihan normal terjadi pada waktu beberapa hari sebelum haid, ketika mengalami gairah seks, kehamilan dan klimakterik atau setelah menopause. Keputihan yang terjadi pada diluar waktu-waktu tersebut disertai bau tidak sedap, warna yang kuning / kehijau-hijauan, rasa gatal harus diwaspadai dan dikonsultasikan dengan dokter.
    • Hindari penggunaan pembersih vagina yang dijual dipasaran, karena dapat menimbulkan efek samping dan mengubah ph vagina. Produk yang sebaiknya anda hindari adalah apabila setelah digunakan menimbulkan gatal, pedih dan kemerah-merahan.

Berbekal dengan Tips Menjaga Kesehatan Reproduksi  Wanita Khususnya Keputihan tersebut diatas, tentu anda sudah dapat mempersiapkan saat-saat indah bersama pasangan. Kehamilan hanya akan terjadi pada sistem reproduksi yang sehat, bahkan juga akan mendukung proses persalinan normal pada bayi anda nantinya.

Tags: , , , , ,