Air Terjun Moramo Kendari Sulawesi Tenggara

Air Terjun Moramo Kendari Sulawesi Tenggara – Mendengar dan menyaksikan gemericik air terjun yang jatuh ke dasar sungai mampu menciptakan sensasi tersendiri bagi para penikmatnya. Kesejukan udara dan dinginnya air pegunungan semakin melengkapi. Ya, sensasi ini dapat anda temukan di wisata pemandian Air Terjun Moramo.

Air Terjun Moramo

Air Terjun Moramo

Pemandian Air Terjun Moramo yang berlokasi di kawasan Hutan Suaka Alam Tanjung Peropa, Kabupaten Konawe Timur, Kendari, Sulawesi Tenggara ini terkenal dengan keindahan 7 tingkatan utamanya. Untuk dapat melewati setiap tingkatannya pengunjung dapat mendaki tebing-tebing marmer (onyx) yang berwarna hijau di setiap sisinya. Meskipun selalu terkena percikan air terjun, namun tebing-tebing marmer tersebut tidak licin, sebab airnya mengandung sulfur dan alkali yang menyebabkan lumut sulit untuk tumbuh.

Jangan heran dengan tebing marmernya ya, di kawasan wisata air terjun ini memang terdapat potensi kekayaan batu alam berupa marmer. Diperkirakan, kandungan marmer tersebut secara keseluruhan berkisar 860 milyar meter kubik. Marmer di kawasan ini merupakan salah satu sumber cadangan marmer terbesar di dunia.

Buat para pecinta fotografi, terdapat juga spot yang unik yaitu pemandangan pohon-pohon yang tumbang akibat desakan air, bentangan pohon-pohon khas hutan hujan tropis yang berusia ratusan tahun dan air terjun mini yang sangat jernih dan indah juga menjadi keunikan tersendiri. Selain mengambil foto jangan lupa juga ikut merasakan segar-nya air terjun di Moramo dengan menyempatkan diri berenang ataupun sekedar bersantai diatas aliran sungai.

Di lokasi yang konon disebut-sebut sebagai tempat mandinya bidadari yang turun dari kayangan ini juga terdapat aneka flora dan tak ketinggalan ragam fauna seperti beraneka burung, kupu-kupu yang berwarna-warni, dan berbagai satwa lainnya. Umumnya, para wisatawan datang ke tempat wisata ini merasa amat puas karena disuguhi tidak hanya pemandangan alam air terjun yang sangat elok dipandang mata, tapi juga sajian eksotisme pepohonan dan suara binatang hutan yang seakan menyambut gembira kedatangan mereka?

Tags: , , , , ,